Kasus Hary Tanoe Diyakini Karna Dendam dan Sakit Hati Penguasa Sebab Ahok Kalah Dalam Pilkada

LIPUTPOLITIK - SMS dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang diperkarakan Jaksa Yulianto diyakini ada kaitannya dengan perhelatan Pilkada DKI Jakarta 2017. Pihak penguasa dinilai dendam lantaran calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah dalam Pilkada DKI Jakarta, kemudian ditahan atas kasus penodaan agama.

"Kelihatannya dendam karena Ahok kalah dan kemudian ditahan, sehingga semua partai-partai yang ikut mendukung Anies-Sandi itu dicari-cari salahnya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono kepada SINDOnews, Senin (26/6/2017).

Adapun Hary Tanoesoedibjo dan Partai Perindo dalam Pilkada DKI Jakarta mendukung Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno selaku rival Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Ferry pun mengatakan, tidak menutup kemungkinan dirinya yang berikutnya bernasib sama seperti Hary Tanoesoedibjo. Sebab, Partai Gerindra juga merupakan pendukung Anies-Sandi.

"Bisa jadi enggak lama lagi saya diperlakukan sama, saya bisa diperlakukan sama ini," tuturnya.

Menurut dia, hal yang dilakukan penegak hukum kepada Hary Tanoesoedibjo sebaiknya dihentikan. Selain itu, nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga dinilai bakal dirugikan jika upaya dugaan kriminalisasi itu dibiarkan.

"Karena akan mencoreng Kejaksaan Agung sebagai institusi," paparnya. Adapun Jaksa Agung M Prasetyo selaku pemimpin Jaksa Yulianto merupakan kader Partai Nasdem, salah satu partai politik pendukung Ahok-Djarot. (mr)


Sumber ; Sindonews

Follow In Facebook