Buni Yani: Ahok Sudah Berkekuatan Hukum Tetap Masuk Bui, Ngapain Lagi Saya Masuk Penjara?

LIPUTPOLITIK - Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani geram dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menurut Buni Yani JPU tidak serius dalam persidangan.

"Tim kuasa hukum saya kerja keras bikin 40 halaman untuk eksepsi tapi JPU dakwaannya cuma 7 halaman. Ini yang lebih serius tuh siapa?" ujar Buni Yani usai menjalani persidangan lanjutan yang digelar di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bandung, Selasa (20/6).

Buni Yani mengaku tim kuasa hukumnya hari ini sudah membacakan 9 poin keberatan atau eksepsi ke majelis hakim. Salah satunya adalah dengan memasukkan pasal tambahan, yakni 32 ayat 1 KUHP. Mantan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta itu pun menegaskan ada upaya kriminalisasi agar dirinya tetap masuk penjara.

Dalam Pasal 32 ayat 1 KUHP itu Buni Yani dituduh melakukan editing video sebelum mengunggah video yang menyebabkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) masuk bui lantaran dianggap menista agama Islam.

"Demi kebenaran dan keadilan siapapun warga negara muslim atau tidak muslim tidak usah dibelok-belokan, sehingga Buni Yani harus masuk penjara. Pak Ahok sudah  berkekuatan hukum tetap masuk bui, mau ngapain lagi saya masuk penjara," tegas Buni Yani.

Selain itu, Buni Yani akan membuktikan bahwa Pasal 32 ayat 1 KUHP telah salah alamat dituduhkan kepadanya.

"Kami akan membuktikan ini. Saya tidak memotong (video). Saya ambil dari media NKRI, saya download file-nya, lalu filenya langsung ke folder download di Hp saya yang disita polisi dan ada di BAP," demikian Buni Yani.[san]

Follow In Facebook