Ibas Minta Pemerintahan Jokowi Untuk Amanah Dan Mau Bekerja Keras Untuk Kesejahteraan Rakyat

LIPUTPOLITIK - Anggota Komisi X DPR Edhie Baskoro Yudhoyono menyatakan, rakyat baru bisa sejahtera jika kebutuhan pokoknya seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, rasa aman, lingkungan yang baik semakin bisa dipenuhi.

Karenanya pria yang karib disapa Ibas itu terus mendorong pemerintah agar berupaya memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Itulah sebabnya, sebagai wakil rakyat yang diberikan amanah saya terus mendorong pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk tidak pernah berhenti berikhtiar meningkatkan kesejahteraan rakyat lewat pembangunan di berbagai sektor,” kata Ibas dalam siaran persnya, Senin (15/5). 

Sebelumnya Ibas meninjau program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (14/5). Politikus Partai Demokrat itu merasa turut berbahagia karena melihat salah satu wujud pembanguan desa yang telah terealisasi, yaitu jalan desa. 

Ibas mengatakan, banyak manfaat yang didapat jika infrastruktur di desa makin baik. Selain bisa memperlancar mobilitas masyarakat, jalan desa juga merupakan penopang kelancaran jalur ekonomi.
“Mari kita doakan bersama, supaya pemerintah senantiasa amanah dan mau terus bekerja keras untuk membangun desa secara merata," kata dia. 

Menurut Ibas, sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Tujuannya untuk mempermudah akses.
“Sejak pemerintahan Pak SBY, infrastruktur menjadi prioritas bersama untuk dipercepat agar akses antarwilayah semakin dipermudah, akses distribusi kebutuhan pokok masyarakat dipermudah sehingga mampu menekan biaya agar barang-barang kebutuhan pokok tidak mahal dan terjangkau,” papar Ibas

Lebih lanjut Ibas juga menyampaikan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi anggaran Rp 101,496 triliun pada 2017. Sementara di bidang konektivitas jalan yang pembangunannya diselenggarakan oleh Ditjen Bina Marga, alokasi dananya mencapai Rp 41,393 triliun atau 40,7 persen.
Itu diprioritaskan pembangunan jalan baru sepanjang 828 kilometer, jembatan 11.855 meter, jalan tol 138 km, peningkatan jalan sepanjang 807 km dan peningkatan jembatan sepanjang 566 km. “Ada kabar baik, pembangunan jalur lintas selatan direncanakan akan rampung pada 2019," katanya.(JPNN)

Follow In Facebook