Dianggap Hanya Buat Kotor Balai Kota, Buruh Bakar Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot

LIPUTPOLITIK - Buruh peserta May Day membakar karangan bunga dari warga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.
Para buruh mengambil karangan bunga yang terletak di trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan. 

Karangan bunga tersebut dikumpulkan di tengah jalan Medan Merdeka Selatan lalu dibakar.
Di depan karangan bunga yang dibakar itu terdapat mobil komando bertuliskan Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) DKI Jakarta.
"‎Ini sejarah baru buat kita. Kita dapat membersihkan Jakarta," kata seorang orator yang berada di atas mobil komando. 

Menurut buruh, karangan bunga itu ‎telah membuat Balai Kota kotor. Karena itu, mereka membersihkannya.
"Kalau tiga hari Balai Kota belum bersih dari bunga-bunganya, kami akan datang untuk bersihkan," ‎ucapnya.
Setelah api berkobar, orator meminta buruh tidak membakar karangan bunga lagi. ‎"Jangan ditambah lagi, buruh mundur," ujarnya. 

Setelah api padam, Satpol PP langsung membereskan karangan bunga yang telah dibakar itu‎.
Kemudian, pemadam kebakaran menyiram tumpukan karangan bunga guna memastikan api benar-benar padam.
Peristiwa pembakaran karangan bunga untuk Ahok-Djarot juga terjadi di Jalan Medan Merdeka Barat.
Lokasinya di dekat kawat berduri di pagar Monas.
Setelah itu, personel kepolisian langsung memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan.
Orator yang ada di atas mobil komando mengatakan, bukan buruh yang melakukan pembakaran.
"Yang bakar perempuan. Apa perempuan kita berani? Tidak. Berarti provokator," ucapnya.
Menurut dia, buruh tidak pernah melakukan kekerasan saat menggelar aksi. 

 "Lihat aksi kami sebelumnya. Aksi kami tidak pernah ada kekerasan," ujarnya.(jpnn)

Follow In Facebook