Aksi Dukung Ahok di Sydney Mendapat Peringatan Dari Polisi Australia

LIPUTPOLITIK - Kepolisian di New South Wales, Australia memberikan peringatan usai aksi yang diikuti sekitar 2.000 warga Indonesia di Botanical Garden Sydney, Ahad (14/5).
Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dijatuhi hukuman penjara dua tahun karena menistakan kitab suci umat Islam. Peringatan dari kepolisian Australia diakui oleh Yayan GH Mulyana, selaku Konsul Jenderal RI untuk negara bagian New South Wales, Queensland, dan Australia Selatan.
"Kepolisian menghubungi kami kemarin sore (Rabu, 17/5) yang meminta saya memperingatkan dan memastikan warga Indonesia di Australia selalu mengikuti aturan dan tidak melanggar hukum soal penyelenggaraan acara yang terorganisir," jelas Yayan kepada ABC.

"Siapa pun di Australia dapat menyampaikan pendapat, ini bagian dari freedom of speech," tambahnya. "[Tapi] suatu aksi apa pun yang sifatnya kolektif harus minta izin kepada pihak berwenang, dalam hal ini polisi."

Yayan menjelaskan izin biasanya akan diberikan sepanjang tidak menganggu ketertiban umum. Sementara itu, Didi Setyawan, koordinator Aksi Solidaritas Untuk Ahok di Sydney sudah mengetahui kepolisian Australia menganggap pihak penyelenggara melanggar hukum.

"Walaupun kita semua tahu acara kemarin adalah acara spontanitas, [ada] 2.000 orang. Jauh meleset dari perkiraan kami dua ratusan orang," kata Didi kepada ABC.
"Tetapi tetap saya mengambil penuh setiap tanggung jawab yg timbul dari aksi tersebut. Saya menghimbau untuk kita sama-sama membantu beliau untuk menciptakan menciptakan suasana yang penuh dengan kedamaian."

Kamis siang (18/5), KJRI Sydney menyampaikan lima pesan kebersamaan yang ditujukan tidak hanya warga negara Indonesia di Sydney, Australia, tapi dimana pun berada, seperti yang diutarakan Yayan. Pesan kebersamaan ini diunggah KJRI Sydney di halaman Facebooknya. Yayan menjelaskan apa yang sudah disampaikan kepolisian Australia juga tertuang dalam pesan kebersamaan ini.

"Di poin kelima kami menyampaikan agar kita menghormati aturan, ketentuan, dan hukum dimana kita berada [Australia] dan mari menjadi warga yang taat pada hukum di bumi Australia ini," tegasnya.
KJRI Sydney mengeluarkan pesan kebersamaan agar warga Indonesia tetap ingat semua adalah bersaudara. "Tujuannya karena kami ingin agar warga Indonesia selalu bersama, apalagi mereka yang berada di negara orang lain, siapa lagi yang akan menjadi saudara kita, kalau bukan sesama orang Indonesia?" ujar Yayan.
Yayan berharap warga Indonesia dapat menjadi contoh dan komunitas teladan dalam hal keberagaman budaya. "Yang tak kalah penting adalah poin ketiga, mari kita menjaga diri dari niatan, ucapan, dan perbuatan yang tidak pantas dan menyakiti bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan, baik secara langsung atau melalui media sosial," kata Yayan.

ABC telah mengamati adanya perselisihan diantara komunitas warga Indonesia di Sydney melalui salah satu grup yang ada di Facebook. Perselisihan terjadi setelah salah satu warga Indonesia dianggap mengeluarkan pernyataan yang kasar pada pendukung Ahok.
Menanggapi ramainya 'perang adu komentar' soal masalah tersebut, Didi sebagai salah satu moderator grup tersebut mengajak agar warga menjaga toleransi.
"Mari kita sama-sama berusaha untuk berkata-kata dengan baik penuh toleransi. Mari kita semua belajar, termasuk saya, untuk menjadi lebih baik lagi sebagai seorang manusia yang saling menghargai dan sebagai warga negara Indonesia di Australia," ujarnya.

Sumber : Republika

Follow In Facebook