Fadli Zon Kecewa, Pemerintahan Jokowi Saat Ini Kalah Dan Tertinggal Jauh Dari Negara lain Dalam Hal Pendataan Penduduk

LIPUTPOLITIK - Persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tengah penyelanggaran Pilkada Serentak 2017 harus menjadi catatan serius bagi para penyelenggara pemilu. Ketidakteraturan DPT disebabkan persoalan elementer KTP elektronik yang tak kunjung tuntas dan pendataan yang tidak akurat, terlebih masih banyak warga yang belum melakukan perekaman E-KTP.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Menurutnya, DPT Pilkada bisa bermasalah karena data awal E-KTP tidak akurat. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menyayangkan ketidakcakapan pemerintah dalam mengelola data kependudukan, yang berimbas pada kualitas pemilu.

"Masalah E-KTP harus selesai, karena dalam teorinya tidak mungkin ada orang yang punya KTP ganda. Ini mengarah pada single identity. Sistem ini adalah sistem elementer, sistem dasar dari sebuah negara. Bagaimana bisa persoalan pendataan saja belum tuntas," keluh Fadli.

Wakil Ketua DPR Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ini mengatakan, pendataan penduduk di Indonesia menjadi masalah klasik yang berulang. Fakta ini menandakan ketertinggalan pemerintah Indonesia.

"Persoalan elementer seharusnya sudah selesai. Masalah penduduk data penduduk, kan seperti saya katakan masalah abad ke-20, bukan abad ke-21. Jadi sangat ironis, Indonesia di era digital ini masih ada masalah DPT," ungkap Fadli.

Dia membandingkan dengan negara demokrasi lain, seperti India dan Amerika Latin, yang sudah selesai dengan masalah mendasar kependudukan. Masalah data kependudukan berimbas pada masalah-masalah lain yang lebih penting, bahkan bisa menurunkan kualitas demokrasi.

"Hanya di Indonesia ada masalah DPT. Masak ada tipu-tipu masalah identitas palsu, dengan pemilih palsu, pemilih siluman dan lain-lain. Permainan-permainan ini harus segera dihentikan," harapnya.(rmol)

Follow In Facebook