Walau Banyak Ditentang, Setya Novanto : Saya Apresiasi Putusan Mendagri Tidak Berhentikan Ahok Karna Sudah Sesuai UU

LIPUTPOLITIK - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto menilai tidak dinonaktifkannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI Jakarta merupakan hal yang wajar. Ia bahkan meminta masyarakat untuk sepenuhnya menyerahkan urusan ini kepada pemerintah.

"Masalah itu kami serahkan sepenuhnya pada pemerintah. Saya percaya dan apresiasi. Kita percaya pemerintah lakukan itu melalui pemikiran yang terukur," ujarnya usai menghadiri acara nonton bareng Film Iqro bersama 1000 anak Yatim dan Dhu'afa yang di selenggarakan Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhamad SAW, di Planet Hollwood XXI, Jalan Gatot Subroto,Kav 19,Jakarta Selatan, Minggu (12/2).

Ketua DPR RI itu bahkan berpendapat bahwa pemerintah, dalam hal ini Mendagri Tjahjo Kumolo telah melakukan sesuai prosedur dan hukum perundang-undangan yang berlaku.

"Kami juga yakin apa yang dilakukan juga sudah sesuai dengan UU yang ada," kata pria yang akrab disapa Setnov itu.

Sementara, Sekretaris pemenangan Ahok-Djarot, TB Ace Hasan Syadzili meminta masalan penonaktifan Ahok tidak perlu dipermasalahkan lagi.

"Jadi begini, nggak perlu dipersoalkan terkait aktifnya kembali Pak Ahok, toh kan semua sesuai dengan UU," jelasnya.

Sedangkan terkait status hukum Ahok, pada fakta persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak secara tegas dan eksplisit menyebut pasal penodaan Agama tersebut.

"Pasal 156 a 5 tahun (maksimal), sementara menurut UU, 5 tahun baru nonaktif. JPU belum menegaskan pakai 156 a atau 156. Kalau JPU sudah tegaskan 156 a, maka harus nonaktif. Saya kira secara tegas Mendagri juga menyatakan JPU belum tegas," pungkasnya.

Follow In Facebook