Tidak Perlu Dijemput Paksa, Habib Rizieq : Sebagai Warga Negara Yang Baik, Saya Tidak Akan Lari

LIPUTPOLITIK - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ikut memantau informasi hoax terkait rencana penjemputan paksa terhadap dirinya oleh penyidik Polda Jawa Barat (Jabar).

Tersangka kasus penistaan Pancasila ini menegaskan tidak akan melarikan diri.

"Kalau saya harus ke Polda Jabar, saya siap ke sana. Saya tidak akan lari," ungkap Rizieq disela-sela tausiyah di Masjid Istiqal, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2)

Habib Rizieq menegaskan, sebagai warga negara yang baik, dirinya tidak akan pernah mangkir dari tanggung jawabnya atas hukum.

Terkait ketidakhadirannya yang diagendakan Kamis (8/2) kemarin, Rizieq menyampaikan klarifikasinya.

"Artinya, saya masih punya amanah untuk menyelesaikan tugas menjaga umat saat aksi 112," ungkapnya.

Dirinya memang sengaja tidak memenuhi panggilan penyidik. Alasannya, karena merasa punya amanat terkait aksi 112 hari ini.

"Ini (aksi 212) juga amanah dari umat yang harus saya jaga," jelasnya.

Selain itu, jika terbukti bersalah, Habib Rizieq siap diproses lanjut. Asalkan, penanganan kasusnya benar-benar transparan dan tidak direkayasa.

"Silahkan. Kami siap diproses, tapi benar tidak ada rekayasa-rekayasa," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, muncul info berantai lewat pesan singkat elektronik.

Dalam pesan tersebut dikatakan jika Habib Rizeq akan ditangkap paksa oleh penyidik Polda Jabar, di Markaz Syariah Pesantren, Agrokultural, Kuta, Megamendung, Kabupeten Bogor.

Meski demikan dugaan aksi konyol tersebut tetap disikapi Polda Jabar.

Menyikapi hal itu, Polda Jabar menyatakan tidak ada penangkapan terhadap Rizieq dan merupakan kabar hoax alias tidak benar.(rm)

Follow In Facebook