PBNU Sebut Risiko Memilih Ahok Lebih Besar Dibanding Anies

LIPUTPOLITIK - Teka-teki peralihan dukungan  partai politik kubu Cikeas kepada kandidat lain kian mengerucut seiring dengan  semakin dekatnya   Pilkada Jakarta untuk putaran kedua. Salah satunya,  bagaimana arah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan anggota koalisi Cikeas.

Arah kepada siapa PKB menentukan sikap makin menguat. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hanief Saha Ghafur mengatakan bahwa  untuk memilih di antara dua calon tersisa harus dihitung risiko jangka panjangnya.

Artinya, dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau pun Anies Baswedan, manakah yang lebih berpotensi menang di putaran kedua.
"Kita harus melihat pemilihan gubernur saat ini bagaimana memprediksi kemenangan PKB ke depannya. Jangan pilihan PKB menjadi blunder terhadap enam kursi di DPRD," kata Hanief dalam diskusi bertema 'PKB: Ahok atau Anies' di kantor DKN Garda Bangsa, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/2).

Selain itu, sambungnya, PKB juga perlu memprediksi kandidat mana yang bisa mendatangkan keuntungan pada PKB di Pileg dan Pilpres 2019.

Tak hanya itu, pun yang menjadi bahan pertimbangan adalah bagaimana jejak rekam kedua kandidat dalam memimpin sebuah lembaga atau organisasi. Tak lupa juga soal kepemimpinan di antara mereka.

Menurut Hanief, baik Ahok dan Anies keduanya punya kelebihan dan kelemahan. "Jangan hanya hitung-hitungan persoalan ideologi maupun persoalan keagamaan. Ada banyak risiko yang harus ditanggung PKB dan yang harus dipertahankan di 2019. Risiko kepada Ahok jauh lebih besar bagi PKB dan NU dibandingkan kepada Anies," jelasnya.(jawapos)

Follow In Facebook