Larang Aksi 112, Fahri Hamzah Bilang Itu Upaya Polisi Cari Cara Hibur Presiden

LIPUTPOLITIK - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai sikap Polda Metro Jaya melarang aksi #112 sebagai upaya menghibur Presiden Joko Widodo. Polda Metro disebut menghibur Jokowi karena bingung menyikapi rangkaian peristiwa yang terjadi belakangan ini.

"Jadinya seperti itu karena bingung. Polda bingung enggak ngerti arahan Polri, Kapolri bingung enggak ngerti arahan Presiden, (karena) Presiden enggak bicara. Ini orang bingung semua akhirnya cari cara menghibur Presiden, dengan cara yang tidak-tidak," kata Fahri di kompleks DPR, Rabu (8/2).

Larangan menggelar Aksi #112 diutarakan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (8/2).

Argo mengatakan, polisi tidak akan memberikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk aksi massa 112 yang rencananya digelar di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat itu. Polisi akan membubarkan paksa jika aksi tersebut tetap digelar.

Menurut Fahri, Polda tidak sepantasnya melarang Aksi #112. Sebab, menyatakan pendapat secara lisan mau pun tulisan dalam bentuk aksi merupakan hal yang sah dan konstitusional karena diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.(um)

Follow In Facebook