Ahok : Saya Kerja Cepat Dan Proyek-Proyek Berjalan Lancar Tapi Dibilang Kejam Dan Enggak Manusiawi

LIPUTPOLITIK - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan diri sebagai kepala daerah Ibu Kota yang paling kooperatif dengan pemerintah pusat dalam melaksanakan proyek bersama menanggulangi banjir. Proyek yang dia maksud adalah normalisasi Kali Ciliwung.

Pemerintah pusat – melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane (BBWSCC) – merupakan pelaksana proyek. Sementara Pemerintah Provinsi DKI, bertanggungjawab atas pembebasan lahan di sepanjang bantaran sungai yang perlu dinormalisasi.

Menurut Ahok, sapaan akrab Basuki, baru di masa kepemimpinannya sebagai kepala daerah, proyek berjalan dengan sangat lancar. Saat ini, proyek tuntas 40 persen. Akibatnya, Ahok mengklaim, titik banjir di Jakarta berkurang dari sebelumnya sekitar 2.200 titik menjadi hanya 80-an titik sekarang.
"Tanya sama Pak Iskandar [Kepala BBWSCC, Teuku Iskandar]. Dulu untuk kerja, waduh, bertahun-tahun enggak diladeni. Benar enggak, Pak Iskandar? Sekarang tanya sama Pak Iskandar, Gubernur mana yang cepat untuk beliau kerja?," ujar Ahok di sela-sela meninjau aliran Kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin, 20 Februari 2017.

Meski demikian, menurut Ahok, karena sejumlah pihak memiliki agenda politik, mereka tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang positif. Ahok mengatakan, kerja cepatnya bekerjasama dalam proyek normalisasi, yakni membebaskan lahan supaya pemerintah pusat bisa bekerja, dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Hal itu terjadi di Kampung Pulo pada pertengahan 2015. Ia dituduh bertindak kejam kepada warga karena menghilangkan hunian meski warga diberi ganti rugi berupa unit rumah susun yang lebih layak.
"Begitu saya kerja cepat dibilang apa? Dibilang enggak manusiawai, gusur orang. Ya, politik lah," ujar Ahok.(vn)

Follow In Facebook