Kivlan Zein : Boleh Jadi Wiranto yang Ingin Tangkap Saya Lewat Isu Makar

LIPUTPOLITIK - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein turut serta dalam rombongan yang dipimpin Rachmawati Soekarnoputri menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Di hadapan Fadli, Kivlan mengaku merasa ada pihak yang ingin menangkapnya dengan menghembuskan isu percobaan makar.

"Saya merasa ada yang ingin saya ditangkap. Boleh jadi Wiranto. Boleh jadi lho ya," ujar Kivlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Kivlan mengatakan, devinisi makar atau menjatuhkan pemerintahan yang sah seperti tertulis pada Pasal 107 KUHP, Pasal 110 KUHP, dan Pasal 87 KUHP, tidak tepat dituduhkan kepadanya.

"Kami tidak menjual negara, apalagi menggulingkan pemerintahan dengan pasukan bersenjata. Kita hanya usul mengubah ketatanegaraan dan itu tak bisa dipidana," tegas Kivlan.

Dalam kesempatan itu, Kivlan juga mengaku tersinggung karena telah diperlakukan tidak patut oleh polisi. Sebagai purnawirawan TNI, Kivlan berpendapat, dirinya masih berstatus sebagai TNI cadangan dan hanya tunduk kepada hukum militer.

Meski merasa tersinggung, Kivlan mengaku telah memaafkan perlakuan Polri saat menangkapnya di pagi buta pada Jumat 2 Desember 2016 lalu.

"Kapolri, kapolda, mereka semua adik-adikku yang sedang gagap, takut jabatannya dicopot. Saya bilang, Tito dan Iryawan tidak usah takut sama saya. Saya tak akan makar. Justru saya akan korbankan jiwa raga saya untuk negara ini," kata Kivlan.(mr)

Follow In Facebook