Kenaikan Biaya STNK Yang Dinilainya Untuk Menambah Pemasukan Negara , Desmond : Katanya Duit Ada , Berarti Jokowi Saat Kampanye Bohong Semua

LIPUTPOLITIK - Kebijakan pemerintah menaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) roda dua maupun roda empat hingga dua sampai tiga kali lipat sangat memberatkan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa menilai, dalam kondisi saat ini kenaikan harga sekecil apapun akan membebani rakyat, apalagi jika kenaikan harga itu lebih dari 2 kali lipat.

"Kalau kondisi hari ini jangankan sekian persen, 20 persen aja memberatkan apalagi 100 persen, 300 persen," ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/1).

Kenaikan pengurusan STNK dan yang merupakan bagian untuk menambah pemasukan bagi keuangan negara, disebut Desmon sebagai indikasi dari kegagalan pemerintah dalam menjalankan manajemen pembangunan.

"Bahasa lainnya pemerintahan ini panik takut nggak punya duit agar bisa pemerintah ini bertahan," ketusnya.

Menurutnya, apa yang dijanjikan oleh Jokowi-JK saat kampanye Pilpres 2014 lalu yang selalu mendengungkan bahwa negeri ini adalah negeri yang kaya dan memiliki uang adalah bohong belaka.

"Apa yang diomongkan saat kampanye, duit ada, duit ada, berarti Pak Jokowi pada saat kampanye bohong semua. Realitanya begitu, agak susah komentarin hari ini yang lebih-lebih, tinggal tunggu apa reaksi masyarakat atas kebijakan ini. Mudah-mudahan masyarakat nggak telalu reaktif," pungkasnya.(mr)

Follow In Facebook