Habib Novel : Yang Ketik 'Fitsa Hats' itu Polisi Yang Sudah Berusia Lanjut

LIPUTPOLITIK - Sekjen DPP Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin menyatakan kesalahan frasa 'Fitsa Hats' bukan dari dirinya. Pelapor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan ini mengatakan bahwa tulisan yang seharusnya Pizza Hut itu diketik oleh penyidik Bareskrim Polri.

Novel pun kemudian berencana melaporkan Ahok, setelah Ahok menyinggung masalah riwayat pekerjaannya itu usai persidangan di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (3/1) lalu.

"Jadi apa yang saya alami ketika disidik kan saya belum tahu, memang ada yang namanya disidik itu nulis sendiri, ngetik sendiri?" ujar Novel kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

"Karena Ahok di situ menyangka (Novel) dengan sengaja menyembunyikan karena saya merasa malu, katanya. Padahal itu yang ketik kan polisi, saya ditanya tinggal jawab. Yang memang kebenarannya yang ketik ini AKBP Tarmadi," sambungnya.

Novel memaklumi kesalahan dalam pengetikan frasa Pizza Hut oleh Tarmadi ini, karena menurutnya Tarmadi sudah berusia lanjut.

"(AKBP Tarmadi) ini kan sudah sangat senior ya, dia mendekati masa pensiun yang nggak paham tulisan Pizza Hut itu bagaimana, pokonya di bunyinya begitu," lanjut Novel.

Novel mengaku tidak sempat ditanya oleh Tarmadi soal penulisan 'Pizza Hut' itu. BAP-nya (Berita Acara Pemeriksaan) sendiri setebal 6 halaman.

"Mungkin kalau saya ditanyain ejaannya bagaimana, saya pasti akan eja satu per satu. Dari sepuluh jam (pemeriksaan) itu kan saya di-BAP, dari 6 halaman itu saya sudah periksa, ada yang dicoretin, berkali-kali, nah yang satu itu luput, tahu-tahu dibacain di persidangan," terang Novel.

Novel mengaku mendapat salinan BAP itu dari jaksa sekitar pukul 23.00 WIB yang dikirim via email. "Saya baru print dan saya nggak sempet baca, udah tertidur. Pagi-pagi saya baca, pikiran saya udah beres gitu, ternyata ada itu," tutupnya.

Tentang penulisan frasa 'Fitsa Hats' itu, Polri telah memberikan penjelasan. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan setiap keterangan saksi ditulis apa adanya oleh penyidik.

"Dalam hal ini, apa yang ditulis di situ adalah apa yang disampaikan oleh saksi. Apa yang sudah dilakukan, ini di-print out dan dikembalikan kepada yang diperiksa atas mekanisme yang dilakukan harus dibaca. Apabila ada kalimat yang tidak tepat, bisa dikoreksi saat itu juga," jelas Martinus di kantornya, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/1) kemarin.

Martinus juga mengatakan pembuatan hasil BAP bisa dua hingga tiga kali dicetak. Jadi, begitu ada satu kalimat saja yang tidak sesuai, langsung disunting saat itu juga. Begitu semua kalimat sudah sesuai dengan apa yang disampaikan terperiksa, langsung ditandatangani oleh penyidik dan terperiksa.

Menurut Martinus, tanda tangan tersebut memiliki dua makna. Yaitu yang diperiksa mengerti apa yang ditulisnya, dan bertanggung jawab atas yang tertulis.(mr)

Follow In Facebook