Kapolri : Bos PO Bus Diperiksa Karena Dugaan Makar Ingin Menjatuhkan Pemerintah, Tidak Terkait Aksi Bela Islam

LIPUTPOLITIK - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pemilik perusahaan otobus (PO) di Sumatera Barat bernama Angga diperiksa untuk menjadi saksi kasus dugaan percobaan makar. Tito menegaskan pemeriksaan Angga tidak terkait dengan aksi bela Islam 2 Desember lalu.

"Angga yang di Payakumbuh tidak ada kaitannya dengan aksi bela Islam," tegas Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (28/12/2016).

Sebelum aksi 212, Tito menjelaskan, ada seorang tersangka dugaan makar yang menemui Angga ke Payakumbuh agar mengirim bus untuk mengangkut massa ke Jakarta. Bus tersebut akan digunakan untuk membelokkan massa ke gedung DPR RI.

"Kalian ingat pada 212 ada kelompok kecil yang ingin melakukan aksi lain, yang ditangkap subuh-subuh, yang ingin mendompleng," ujar Tito.

"Yang bermasalah adalah kelompok yang ingin mendompleng, mereka ingin ke DPR ingin menjatuhkan pemerintah," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan hari ini seorang pemilik Perusahaan Otobus diperiksa polisi atas keterlibatannya dengan salah satu tersangka makar, Kivlan Zein.

"Intinya, dia diperiksa terkait keterlibatan Pak Kivlan Zein, intinya bukan untuk 212, tapi rangkaian tersembunyi untuk makar," jelas Argo kepada detikcom (28/12/2016).(det)

Follow In Facebook