Eko Patrio : Kita Justru Apresiasi Kerja Keras Densus 88

LIPUTPOLITIK - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio membantah dirinya pernah menyatakan kasus penggerebekan bom di Bekasi adalah pengalihan isu. 

Ini disampaikan dia usai menghadap penyidik Bareskrim Polri. 

"Justru itu kalau saya ngomong mungkin saya enggak datang kemari (Bareskrim) ada takut-takut juga," kata Eko di Bareskrim Polri, Jumat (16/12). 

Eko justru  mengapresiasi kerja keras  Densus yang  mampu menangkap pelaku teror itu. "Ya kita patut apresiasi dari kinerja Densus. Karena berhasil menangkap pelaku teror," ucap dia. 

Dia  menjelaskan, kasus ini mulai ramai diperbincangkan setelah ada suatu media online yang menulis tentang dirinya mengenai kasus bom Bekasi sebagai pengalihan isu.
Padahal, kata Eko, media tersebut tidak pernah mewawancarai dirinya secara langsung. 

"Kondisinya saya juga tidak tahu tiba-tiba malam hari ada berita yang dibuat oleh media online. Yang  saya tahu hanya satu, tapi dari teman-teman ditelusuri ada 7 media online yang buat berita saya imaginer mengarang bebas," ucap dia. 

Akibat berita tersebut, Eko mengaku merasa sangat dirugikan dan difitnah. 

"Yang merasa dirugikan  bukan saya secara pribadi,  tetapi juga instansi kepolisian dan juga tentunya partai kami dan juga pastinya teman-teman yang lain juga merasa tersakiti. Kita mengambil kesimpulan ini bagian dari fitnah zolim," ungkapnya. 

Pria yang tergabung dalam grup komedi Patrio itu pun kemudian melaporkan ketujuh media tersebut ke Mabes Polri. 

Kuasa hukum Eko, Firman Nurwahyu mengatakan, meski sudah melaporkan ketujuh media tersebut ke Bareskrim Polri, pihaknya akan menunggu itikad baik dari ketujuh media tersebut, untuk melakukan klarifikasi atas pemberitaan yang tidak benar. 

"Kami berikan jangka waktu 1x24 jam kepada tujuh media tersebut, untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan klien kami dengan pernyataan klien kami bahwa klien kami tidak pernah melakukan wawancara secara langsung atau secara khusus baik itu telepon, atau tatap muka," ujar Firman.

Sumber : Jawa Pos



Follow In Facebook