Terkait Aksi 2 Desember , Fahri Hamzah Minta Jokowi Tetap Tenang Dan Jangan Ketakutan

LIPUTPOLITIK - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Aksi Bela Islam III disebut mempunyai tujuan terselubung, yaitu diduga ingin berupaya menjatuhkan pemerintah alias gerakan makar. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meyakini bahwa Aksi Bela Islam III yang menuntut polisi menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bukanlah untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Jadwal demokrasi kita itu lima tahun, sudah form itu. Jadi nggak usah takut," kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11).

Saking yakinnya bahwa tidak akan ada upaya makar pada aksi yang diprakarsai oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama (GNPF MUI) itu, Fahri bahkan berjanji akan membela Jokowi jika ada yang ingin mengkudeta tidak sesuai dengan konstitusi.

"Saya mau mengimbau Bapak Presiden Jokowi tenang saja. Kalau ada yang mau menjatuhkan Pak Jokowi secara ilegal, saya akan membela Bapak Presiden Jokowi secara terbuka," tegasnya.

Para ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sepakat menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 "Aksi 212".

Namun aksi kali ini bukan demonstrasi seperti jilid I dan II, melainkan acara Salat Jumat sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Dalam aksi bertajuk "Tegakkan Hukum Terhadap Penista Agama dan Pelindungnya" ini juga beragendakan istighotsah, doa untuk negeri, salawat hingga dzikir bersama.

Aksi digelar lantaran Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri, tidak ditahan dan masih bebas berkeliaran.

Belakangan, pemerintah menuding Aksi 212 mempunyai tujuan terselubung, yaitu diduga ingin berupaya menjatuhkan pemerintah alias gerakan makar.(rm)

Follow In Facebook