Rachmawati Soekarnoputri: Saat Jokowi Tidak Mau Bertemu Demonstran , Itu Penghinaan Bagi Kami

LIPUTPOLITIK- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali akan dilaporkan ke aparat kepolisian, namun bukan karena kasus penistaan agama melainkan pernyataan 'demo bayaran'.

Rachmawati Soekarnoputri mengaku pihaknya akan melaporkan Ahok atas pernyataan tersebut.
Ahok menyampaikan pernyataan yang menurutnya 'fitnah', di depan media asing.

"Yang kita angkat ini adalah untuk melaporkan Ahok tentang pernyataannya di depan pers Australia bahwa demonstran 4 November dibayar Rp 500 ribu," ujar Rachmawati di sela acara Konsolidasi yang digelar di Aula Universitas Bung Karno, Jalan Kimia, Minggu (20/11/2016).

Putri dari presiden ke-1 RI itu pun menegaskan pernyataan mantan Bupati Belitung Timur tersebut bernada hasutan.
"Ini suatu penghasutan dan penghinaan," katanya.
Tudingan itu membuat Rachmawati tidak tinggal diam dan akan melaporkan Ahok.
Selain itu, ia juga menganggap presiden Joko Widodo turut campur dalam proses hukum kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok.

Padahal sebelumnya sejumlah pihak mengatakan status tersangka yang disematkan pada mantan Bupati Belitung Timur itu sudah membuktikan bahwa Jokowi tidak melakukan intervensi.

"Jokowi lakukan manufer-manufer politik ke Muhammadiyah untuk masalah Ahok ini," kata Rachma.
Kegeraman Rachmawati juga dipicu lantaran Jokowi dianggap 'tidak sudi' menemui massa pendemo.
"Saat Jokowi tidak mau bertemu demonstran, itu juga penghinaan bagi kami," tandas Rachmawati.

Acara Konsolidasi Tokoh Nasionalis yang bertajuk Kembali ke Kiblat Bangsa itu turut dihadiri pula oleh Anggota Presidium MN KAHMI MS Kaban, Sri Bintang Pamungkas, Musisi Ahmad Dhani, Lius Sungkharisma, Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, dan Buni Yani(tb)

Follow In Facebook