Mestinya Ahok Belajar Dari Gubernur Cornelis Yang Non Muslim, Diterima Rakyat Kalbar Karena Santun dan Mengayomi

LIPUTPOLITIK - Mayoritas masyarakat muslim di Kalimantan Barat tidak pernah mempermasalahkan pasangan Gubernur Cornelis dan Wagub Christiandy Sanjaya yang non-muslim. Keduanya masih aktif menjabat untuk periode kedua 2013 - 2018, sejak pertama kali dilantik 2008 silam.

Hal itu menjadi acuan pembanding oleh Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait sikap terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kalbar penduduknya mayoritas Islam dan dipimpin Gubernur non muslim. Tapi, tidak pernah ada demo atau penolakan," ujar Wakil Ketua GNPF-MUI, Muhammad Zaitun Rasmin dalam diskusi bertema "Ahok Effect" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 19/11).

Menurut Zaitun, Gubernur Kalbar tahu cara berkomunikasi dan berdemokrasi dengan rakyatnya. Sehingga, tidak terjadi gesekan yang memancing atau membuat gaduh dari ucapan Gubernurnya.

"Ini menunjukkan kaum muslim di Indo tidak mempermasalahkan Gubernur non muslim," tutur Wasekjen MUI.

Sementara itu, sosok Ahok, dinilai kerap meresahkan dan memicu kegaduhan dari caranya berkomunikasi. Untuk itu, GNPF-MUI mengawal proses hukum Gubernur DKI non aktif tersebut melalui demo akbar 4 November lalu (411).(mr)

Follow In Facebook