Gerindra : Umat Non-Muslim Dan Warga Tionghoa Banyak Yang Kecewa Dan Meninggalkan Ahok

LIPUTPOLITIK - Sebagian kalangan memprediksi partai-partai pengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kontestasi Pilkada Jakarta akan mengalami penurunan pada Pemilu 2019 nanti.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono, tak sepaham dengan anggapan tersebut. Menurut dia, penurunan elektabilitas Ahok pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama sama sekali tidak memiliki korelasi dengan Pemilu 2019.

"Kalau itu (penurunan elektabilitas partai pengusung) berhubungan dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo yang dinilai, serta kinerja para kadernya yang duduk di parlemen. Serta kinerja parpolnya sendiri untuk bisa menjaga kadernya jangan sampai ke tangkap KPK," ungkap Arief, Selasa (22/11).

Yang jelas, elektabilitas Ahok akan semakin melorot dan akan kalah dalam Pilkada Jakarta. Sebab bukan hanya umat muslim, nonmuslim pun sangat kecewa dengan Ahok karena diduga menista Agama Islam.

"Begitu juga dengan etnik Tionghoa dari yang banyak bertemu dengan saya juga sudah banyak yang menarik dukungan dari Ahok akibat pernyataan Ahok yang mengkait-kaitkan pilkada dengan diduga menistakan agama Islam dan menyebabkan aksi 411," ungkapnya.

"Kaum etnik Tionghoa banyak dirugikan tidak bisa membuka usahanya saat itu dan menjadi ketar-ketir serta trauma takut terulang seperti peristiwa 98. Untungnya, Aksi 411 tidak bisa ditunggangi oleh elit-elit politik di luar permerintahan dan di dalam. Pemerintahan Joko Widodo yang gila kekuasaan, dan Umat Islam yang ikut aksi juga santun santun dan terkomando dengan tertib dan aman," pungkasnya.(rmol)

Follow In Facebook